Membuat Anak Tertarik pada Profesi Arsitek

Updated: Feb 3

Written by: April Hamsa



Selain menjadi dokter, arsitek juga merupakan salah satu profesi populer yang diharapkan oleh orang tua menjadi pekerjaan anak-anak mereka di masa mendatang. Terlebih lagi jika orang tuanya ternyata juga berprofesi sebagai arsitek. Seolah-olah ingin mewujudkan perumpamaan tentang sifat buah yang bunyinya “Buah jatuh tak jauh dari pohonnya


Sebenarnya harapan itu sah-sah saja, sih. Mumpung si anak masih kecil, orang tua bisa mulai memperkenalkan profesi arsitek ini. Caranya bagaimana? Caranya dengan mencoba membuat si kecil tertarik pada tugas-tugas arsitek, seperti membuat gambar, merancang desain, membuat konstruksi bangunan, dll.


Tentu saja aktivitasnya harus menyesuaikan dengan usia si kecil ya. Jangan memaksa si anak harus cepat suka dengan kegiatan tersebut, melainkan perkenalkan perlahan-lahan dengan cara yang fun. Biasanya kalau anaknya cenderung memiliki kecerdasan spasial-visual, senang akan bentuk, gambar, pola, desain, serta tekstur, pasti tertarik kok dengan profesi arsitek ini.


Berikut adalah beberapa aktivitas yang bisa orang tua lakukan agar si kecil tertarik dengan profesi arsitek, antara lain:


Ajari menggambar

Arsitek identik dengan pintar menggambar desain atau denah bangunan. Maka, cobalah untuk menstimulasi anak supaya suka menggambar. Berikan kertas dan pensil warna atau crayon warna-warni supaya anak tertarik mencorat-coret membuat gambar.


Bisa juga memberikan anak media menggambar lain seperti Magnetic Drawing Board. Magnetic Drawing Board ini kelebihannya biasanya ringan dan mudah dibawa ke mana saja. Selain itu, gambar yang dibuat bisa dihapus kemudian papannya dapat dipakai untuk menggambar yang lain. Lebih hemat dibandingkan menggambar pakai kertas.


Biasanya, Magnetic Drawing Board terbuat dari material plastik. Supaya dapat bahan plastik yang aman pastikan belinya di toko mainan terpercaya seperti Toys Kingdom yang memang menyediakan mainan dari material yang aman untuk anak.

Selain Magnetic Drawing Board, apabila ingin bentuk media menggambar yang lebih kekinian, orang tua juga bisa memberikan anak LCD Drawing Board. Sama seperti Magnetic Drawing Board, LCD Drawing Board terbuat dari bahan plastik. Perbedaannya. LCD Drawing Board ini bentuknya lebih stylish dan menggunakan baterai.

Alternatif media lainnya yang akan membuat anak lebih senang menggambar adalah Learning Desk Projection. Learning Desk Projection ini bentuknya mirip meja gambar profesional dan sudah dilengkapi crayon serta contoh gambar yang bisa ditiru oleh si anak.


Berikan fasilitas mainan rancang bangun

Supaya anak lebih mengenal bentuk-bentuk benda, maka berikan anak mainan konstruktif atau rancang bangun. Mainan semacam ini bisa mengasah kecerdasan otak, melatih logika, melatih gerak motoriknya, serta mampu mengembangkan kreativitas si kecil. Tak hanya itu, bermain mainan rancang bangun dapat melatih kesabaran anak.


Contoh mainan rancang bangun seperti blocks atau biasa disebut balok-balokan. Balok-balokan ini ada yang terbuat dari plastik, kayu, magnet, dll. Tinggal pilih sesuai usia dan kebutuhan bermain si anak.


Salah satu mainan blocks yang kini sangat diminati adalah Animal Squeeze Wooden Blocks dan Building Blocks Animal. Dalam satu set mainan terdapat beberapa balok dengan warna-warni menarik, serta gambar-gambar hewan dengan inisial nama hewannya.


Selain blocks, supaya kegiatan bermain konstruksi lebih menantang, untuk anak yang usianya lebih besar dari balita, orang tua bisa menyediakan mainan Lego. Mainan konstruktif ini biasanya memiliki tema khusus dan lebih menantang.


Untuk tema bangunan arsitektur saat ini sudah ada Lego Architecture. Lego Architecture ini biasanya berbentuk bangunan-bangunan terkenal, seperti Taj Mahal, White House, Tokyo, dll. Selain berlatih rancang bangun, anak juga secara tidak langsung diperkenalkan pada bangunan khas dari suatu daerah atau negara lain.


Bikin DIY maket

Orang tua juga bisa mengajak si kecil membuat Do It Yourself (DIY) maket. Bisa menggunakan bahan seperti kayu, stick es krim, kardus bekas, kertas origami, HVS, atau bahan lainnya.


Maket yang dibuat pun bisa beragam, seperti maket kota, maket rumah, maket pertokoan, dll. Sebelumnya bisa ajak untuk menggambar desain dari maket bangunan yang akan dibuat, lalu ajak anak untuk menyusun maket tersebut.


Membuat DIY maket bersama anak ini sangat baik untuk melatih imajinasi dan kreativitas si kecil. Keuntungan lainnya, membuat DIY maket ini juga bagus untuk mengeratkan bonding antara orang tua dengan anak.


Perkenalkan kepada kenalan yang berprofesi sebagai arsitek

Orang tua bisa memperkenalkan si kecil kepada profesi arsitek. Apabila orang tuanya berprofesi arstek, maka sesekali bisa mengajak si kecil untuk pergi ke tempat kerjanya supaya melihat bagaimana cara orang tuanya bekerja.


Namun, apabila orang tuanya bukan arsitek, bisa juga memperkenalkan si anak kepada saudara atau kenalan yang arsitek. Anak bisa mengamati bagaimana cara arsitek bekerja dan berikan kesempatan untuk bertanya hal-hal yang terkait dengan pekerjaan merancang bangunan.


Ajak traveling

Apabila ada kesempatan, ajaklah anak untuk melakukan perjalanan, entah itu di dalam kota, ke luar kota, atau bahkan ke luar negeri. Tunjukkan kepada anak bangunan-bangunan yang dijumpai di sepanjang perjalanan. Orang tua juga bisa memperkenalkan bangunan ikonik dari kota atau negara yang dikunjungi tersebut. Dengan begitu, selain memperoleh pengetahuan tentang bangunan, anak juga memiliki wawasan pengetahuan umum tentang bangunan yang terkenal di suatu tempat.


Itulah beberapa cara supaya si kecil tertarik mengenal profesi arsitek. Namun, ingat, sebaiknya biarkan anak mengeksplorasi sebanyak mungkin tentang profesi ini dulu ya, jangan terlalu dipaksa. Kalau sudah mengenal dengan baik profesi ini, bisa jadi anak-anak akan memiliki keinginan untuk menjadi arsitek sesuai harapan orang tua. Semoga usaha membuat anak tertarik jadi arsitek ini berhasil ya.


Yuk baca juga profesi lainnya yang cocok buat si kecil. Klik di sini aja yaaaa



35 views0 comments